Strategi BPBD Bone Bolango Hadapi Bencana: Dari Mitigasi Sekolah hingga Solusi Permanen Longsor Olele
Bincang santai Tribun Gorontalo bersama Kalaksa BPBD Kab Bonebolango.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan alam. Dalam sesi "Ngobrol Santai" bersama TribunGorontalo.com, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bone Bolango, Achril Y. Babyonggo, mengupas tuntas dinamika penanganan bencana, mulai dari manajemen internal hingga penanganan spesifik jalan Trans Olele.
Dipandu oleh jurnalis Jefry Potabuga, perbincangan ini menyoroti bagaimana BPBD bekerja di balik layar untuk memastikan keselamatan warga meski di tengah keterbatasan.
Pengambilan Keputusan Kolektif dan Apresiasi Petugas
Achril menegaskan bahwa dalam situasi darurat, BPBD tidak bekerja secara parsial. Keputusan krusial diambil melalui mekanisme rapat koordinasi lintas sektor.
"Setiap keputusan diambil bersama melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Sekda selaku Kepala BPBD, tentunya setelah tim melakukan survei lapangan untuk mendapatkan data yang akurat," ujar Achril.
Tak hanya soal strategi, Achril juga memperhatikan kesejahteraan mental personelnya. Untuk menjaga motivasi petugas lapangan yang bekerja di bawah risiko tinggi, BPBD memberikan reward (penghargaan) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menanggulangi bencana.
Fokus pada Mitigasi dan Edukasi SMAB
BPBD Bone Bolango tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga pada penguatan kebijakan dan mitigasi. Tugas pokok BPBD meliputi:
• Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB).
• Pemetaan daerah rawan bencana secara detail.
• Edukasi dini melalui program Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak bangku sekolah.
Update Penanganan Longsor Jalan Trans Olele
Salah satu poin menarik dalam dialog ini adalah penanganan longsor di Desa Olele. Achril menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan pihak Balai Jalan.
"Untuk tahun ini, anggaran yang tersedia difokuskan pada pembersihan material. Namun, kami sudah berkoordinasi agar penanganan permanen longsor Olele masuk dalam skala prioritas tahun depan," jelasnya.
Tantangan Anggaran dan Skala Prioritas
Menanggapi kendala anggaran, Achril mengakui bahwa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun, keterbatasan bukan hambatan untuk tetap melayani masyarakat. Saat ini, BPBD tengah memacu penyusunan KRB terbaru dengan prinsip skala prioritas.
"Kami tetap berupaya melakukan sosialisasi kepada warga dan menyusun kajian risiko terbaru agar setiap tindakan yang diambil tepat sasaran dan efisien," pungkasnya.
