Pelaksanaan vaksinasi PMK di Bone Bolango

Super Admin Dinas 31 Mei 2023 306 kali Pelaksanaan vaksinasi PMK di Bone Bolango Monitoring PMK

Selasa 30 Mei 2023 tim Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bonebolango melakukan monitoring kegiatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bonebolango. Vaksinasi PMK merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang spesifik terhadap penyakit PMK. Diharapkan sapi-sapi yang sudah divaksin akan membentuk kekebalan, mencegah hewan ternak tersebut sakit, dan mencegah penularan antar hewan ternak.

Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akan dibagikan secara gratis. Vaksin PMK juga dapat membantu menekan biaya operasional pelaku usaha peternakan. Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa PMK merupakan penyakit hewan ternak yang sangat menular antar hewan. Namun dalam hal kegiatan tersebut sempat menuai beberapa protes dari masyarakat, yang mana mereka ada yang tidak ingin sapinya di vaksin dengan alasan mereka ingin sapinya tumbuh sehat secara alami, yg kedua mereka khawatir jika sapinya ditindik untuk pengalungan tanda barcod sebagai tanda bahwa sapi tersebut dinyatakan sehat, ini akan menjadi penghalang mereka ketika akan menjual sapinya sebagai hewan Qurban. Hal ini sempat menimbulkan polemik dimasyarakat. Namun tim vaksinasi dari BPBD yang diketuai Oleh Bapak Subhan Manopo dan Ibu dr Nirma dari petugas kesehatan berupaya memberikan penjelasan kepada warga masyarakat tentang hukum menindik telinga sapi berdasarkan hukum syari'at Islam. Dimana hal tersebut dibolehkan karna adanya dalil yg membolehkan hal tersebut. Namun menindik hewan ini tidak berlaku untuk Kambing dan Domba dengan alasan daya tahan tubuhnya yabg lemah. Adapun untuk Sapi dan Unta hukum menindiknya dibolehkan karna Sapi dan Untabmemiliki daya tahan tubuh yang kuat. Dan hal ini dapat dimengerti dan diterima oleh masyarakat. Dalam kegiatan tersebut tim berhasil memvaksin sekitar 164 ekor ternak sapi yang berada di Desa Bongopingi Kecamatan Tilongkabila. Dan kegiatan ini akan berlangsung sampai dgn tanggal 31 Mei 2023. Tentunya hal ini perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk mencegah wabah penyebaran virus PMK.